Rabu, 27 Maret 2019

Makna sebuah status WhatsApp


Makna sebuah status WhatsApp

Membaca tulisan satatus WhatsApp teman “kita hidup pada zama dimana sendok makan di tangan kanan,....HP di tangan kangan kiri dan jodoh tetap di tangan Tuhan” wkwkwkwkw......membuatku teringat akan diriku yang masih sendiri, apakah saya seperti yang ada dalam status WA itu..? wkwkwkwkw.....terasa konyol memang tapi menyentuh.
Status itu membuatku merenung sejenak dan berpikir tentang jodoh yang masih ditangan Tuhan. Tentang dia yang akan menemaniku setiap saat baik suka dan duka, dia yang akan bersamaku melepas sore hari dan menyambut mentari pagi dengan dengan cinta....yeaaahhhhh keren kan wkwkwkwkwk!!!
Verbal yang mewakili perenunganku sesasat membaca status wa temanku...wwkwkwkwk
Sebelum aku bersamamu banyak hal sudah terjadi dalam setiap perjalanan hidupku. Segala yang pahit dan menyakitkan sudah aku nikmati. Rasa sesak, merintih dan menangis dalam malam pernah aku jalani, sampai aku pada titik akhirku yaitu pasrah. Tapi, apakah kau tahu dalam hati kecilku ini berkata “apakah kau akan menyerah dan membiarkan mereka yang menertawai sakitmu itu senang?” Dan saat itu pun aku bangkit.
Aku berbicara pada hatiku dan bercerita pada Tuhan dalam setiap do’aku. Apakah aku pantas menyerah seperti ini ? ataukah pantaskan dia yang menjadi hidupku nanti melihatku seperti ini ? hatiku bertanya dan suara terkecil itu menggema “Tidak! Apa kau akan membiarkan dia yang di depanmu menderita karena kau menyerah untuknya. Sejak saat itu, aku tersadar sakit ini bukan selamanya tapi sementara saja. Tidak apa jika ini sangat perih, namun aku percaya ini tidak akan lama.
Kini aku bisa berteman dengan waktu. Seiring berjalanannya waktu, aku memperbaiki diri sebelum kau datang padaku. Aku bersenang-senang dan menikmati setiap waktu yang ada untuk berkaca dan berbagi dengan sesama, sebelum kau datang dan fokusku akan aku curahkan padamu. Aku percaya kau masih menungguku di sana dengan setia dan juga pasti mendo’akan untuk pertemuan kita.
Hingga hari itu datang, tolong bersabarlah dulu. Kita sedang berjuang menemukan jalan. Kita juga sedang berjuang membuka hutan rimba yang akan mempertemukan kita. Aku akan terus berjuang disini memperbaiki diri dan imanku agar aku segera sampai padamu. Aku ingin persembahkan versi terbaik dari diriku untuk teman hidupku di sana.

4 komentar:

  1. mempersembahkan versi terbaik dari diri.

    BalasHapus
  2. lanjutkan ceritamu.. aku menunggu dan akan membacanya.. plissss lanjutkan dan jangan berhenti sampai disini karena cerita hidupmu akan sangat memberkati banyak orang. menulislah tentang Karya Sang Pencipta dalam hidupmu.. berceritalah..

    BalasHapus

Makna sebuah status WhatsApp

Makna sebuah status WhatsApp Membaca tulisan satatus WhatsApp teman “ kita hidup pada zama dimana sendok makan di tangan kanan,....H...